Rabu, 30 Juli 2014

MOTOR BAKAR TORAK


 A. Motor Bakar Torak.


      Motor bakar torak adalah salah satu jenis mesin pembakaran dalam yang menggunakan silinder yang di dalamnya terdapat torak yang bergerak translasi (bolak-balik). di dalam silinder itulah terjadi pembakaran antara bahan bakar dengan oksigen dari udara. gas pembakaran yang dihasilkan dari pembakaran tersebut mampu menggerakkan torak yang oleh batang penghubung (batang penggerak) dihubungkan dengan poros engkol. Gerak translasi torak tadi menyebabkan gerak rotasi poros engkol dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol menimbulkan translasi pada torak.

1. Klasifikasi Motor Bakar Torak
    Motor bakar torak (engine) dapat dibedakan atas 2 (dua), yaitu :
  1. Motor bensin (Gasoline Engine), adalah mesin yang menggunakan bahan bakar bensin dengan system penyalaan berasal dari loncatan bunga api listrik di antara kedua elektroda busi. Motor bensin dinamai juga Spark Ignition Engine. 
  2. Motor Diesel (Diesel Engine), adalah mesin yang menggunakan bahan bakar diesel yang penyalaannya merupakan proses penyalaan sendiri , yaitu karena bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder yang bertemperatur dan bertekanan tinggi. Mesin diesel juga sering disebut Compress
  3. Mesin Satu Baris, adalah mesin yang mana semua sumbu silindernya terletak pada sebuah bidang datar.
  4. Mesin V, adalah mesin yang silindernya terletak pada dua bidang yang berpotongan
  5. Mesin X, dapat dibaangkan sebagai dua buah mesin V yang ditempatkan bertolak belakang dan sumbu poros engkolnya berimpit menjadi satu.
  6. Mesin Radial. Sumbu silindernya terletak radial terhadap sumbu poros engkol, seperti jari-jari roda sepeda terhadap sumbu ro
  7. Mesin 2 Langkah (2 Tak), yaitu moesin yang membutuhkan 2 kali langkah torak dan satu kali putaran poros engkol untuk menghasilkan kerja dalam satu siklus.
  8. Mesin 4 Langkah (4 Tak), yaitu mesin yang memerlukan 4 kali langkah piston dan 2 kali putaran poros engkol untuk menghasilkan kerja dalam satu siklus.
Langkah Isap:
      Piston bergerak turun dari TMA ke TMB. Katup masuk membuka dan katup buang menutup. Akibat gerakan turun dari piston gas pembakaran (campuran bahan bakar + udara) terisap masuk ke dalam silinder melalui katup masuk.

Langkah Kompresi
       Piston bergerak naik (dari TMB ke TMA). Katup masuk dan katup buang sama-sama tertutup. Akibat gerakan piston naik, campuran bahan bakar + udara dalam silinder dimampatkan (dikompresi) sehingga menjadi bersuhu tinggi.

Langkah Usaha :
       Pada saat piston hamper mencapai TMA, busi menyala (memercikkan bunga api listrik). Gas bensin yang sudah dimampatkan menjadi terbakar (meledak) dan menghasilkan tenaga yang dapat mendorong piston dapat bergerak lagi dari TMAke TMB.

Langkah Pembuangan:
       Piston bergerak lagi dari TMB ke TMA. Pada langkah ini katup buang membuka dan katup isap masih menutup. Akibat piston bergerak ke atas, gas bekas pembakaran tertekan keluar melalui saluran katup buang kemudian ke knalpot.
Katup buang menutup lagi setelah seluruh gas bekas habis meninggalkan ruang bakar.

Empat langkah menurut urutan di atas disebut satu siklus mesin 4 Tak. Siklus berikutnya menyusul dengan langkah pemasukan lagi, saat katup masuk mulai membuka dan piston mulai bergerak kembali dari TMA ke TMB.

Ciri-ciri Mesin 4 Tak

1) Untuk mendapatkan 1 x pembakaran, piston bergerak 4 x, dan poros engkol/ kruk as berputar 2 x.

2) Hanya mempunyai 1 macam kompresi, yaitu kompresi silinder saja.

3) Mempunyai 3 buah ring piston, yaituring kompresi I, Ring Kompresi II dan ring oli.

4) Setiap Kepala Silinder terdapat 2 buah klep, yaitu klep masuk (in) dan klep buang (ex).

5) Bahan bakarnya bensin murni.

6) Pelumas hanya 1 macam saja, yaitu pelumas di bak perseneling.

7) Gas pembuangan di knalpot tidak menimbulkan asap.

2. Mesin 2 Langkah (Two Stroke Engine)
      Pada mesin dua langkah tidak terdapat katup masuk dan katup buang. Pemasukan dan pembuangan gas diatur melalui saluran-saluran yang terdapat di sekitar dinding silinder. Lubang-lubang saluran ini dapat menutup dan membuka karena gerakan piston dalam ruang silinder. Pelumasan mesin motor dua langkah berlangsung dari atas, artinya minyak pelumas datang dari atas piston bersamaan dengan bahan bakar. Oleh karena itu, bahan bakar untuk motor bensin dua langkah bensin yang sudah dicmpur dengan oli. Di ruang engkolnya tidak terdapat minyak pelumas. Prinsip kerja mesin dua langkah adalah sebagai berikut:

Langkah Pertama :
       Piston Bergerak Naik pintu saluran pembilas dan saluran buang tertutup oleh piston dan terjadi pemampatan gas bensin di ruang bakar. Di bawah piston, pintu saluran masuk terbuka, as bensin dari karburator masuk ke dalam ruang engkol. Pada akhir pemampatan, di atas torak terjadi pembakaran oleh cetusan api dari busi.

tangkah kedua:
      Torak bergerak turun. Pertama pintu saluran buang terbuka, kemudian disusul oleh pintu saluran pembilas. Gas bekas yang memuai segera keluar melalui saluran buang dan didesak oleh hembusan gas bensin dari pintu saluran pembilas. Dalam waktu yang singkat, ruang bakar telah ditinggalkan oleh gas bekas dan digantikan oleh gas bensin baru yang datang dari ruang engkol.

Ciri-ciri Mesin 2 Tak

1) Untuk menghasilkan 1 x pembakaran, piston bergerak 2 x, dan kruk as/ poros engkolberputar 1 x.
2) Mempunyai 2 macam kompresi, yaitu kompresi silinder dan kompresi karter.
3) Mempenyai 2 buah ring piston, yaitu ring kompresi I dan ring Kompresi II.
4) Tidak terdapat klep pada kepala silindernya.
5) Bahan bakarnya bensin campur oli
6) Pelumas terdiri dari 2 macam, yaitu oli untuk pelumasan mesin (oli di atas) dan oli untuk pelumasan               perseneling (oli di bawah)
7) Gas pembuangan di knalpot menimbulkan asap.

Jarak antara Titik Mati Atas (TMA) dan Titik Mati Bawah (TMB) dinamakan panjang langkah torak, atau disingkat langkah. Volume silinder antara TMA dan TMB dinamakan volume langkah torak. Volume langkah torak adalah perkalian antara luas penampang silinder dengan panjang langkah torak.

Mesin sepeda motor, baik 4 tak maupun 2 tak, terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:

1. Kepala Silinder

       Kepala silinder terletak di bagian atas mesin dan diikat dengan baut-baut pada blok silinder. Kepala silinder mesin 2 tak berbeda dengan mesin 4 tak. Kepala silinder 2 tak lebih sederhana, sebab tidak terdapat mekanisme katup seperti pada mesin 4 tak. Di dalam kepala silinder mesin empat langkah terdapat rangkaian komponen penggerak katup dan komponen system pengapian (busi).
Katup hanya terdapat pada motor 4 langkah. Katup terdiri dari katup pemasukan dan katup pembuangan. Katup masuk digunakan untuk pemasukan (pengisian) gas pembakaran ke dalam silinder, sedangkan katup buang untuk mengeluarkan gas bekas pembakaran.
Katup masuk dan katup buang harus dapat menutup pada dudukannya secara rapat.
Dudukan katup (valve seat) dirancang untuk tidak terjadi kebocoran pada bagian yang bersentuhan dangan katup secara sempurna. Di dalam gerakan menutup dan membukanya katup diarahkan oleh pengarah katup ((velve guide).

kerenggangan Katup

       Kerenggangan katup (celah katup) erdapat antara ujung tangkai katup dan sekrup penyetel pada pelatuk (rocker arm). Bila kerenggangannya melebihi batas, akan mengakibatkan timbul bunyi (berisik) pada kepala silinder. Sebaliknya bila kerenggangannya terlalu kecil, katup tidak dapat duduk dengan tepat dan mengakibatkan gas bocor, sehingga tenaga yang dihasilkan tidak maksimal. Hal yang paling buruk bila kerenggangan terlalu kecil adalah katup akan menyentuh kapala piston. Ini akan menyebabkan kerusakan pada katup maupun kepala piston.

besarnya kerenggangan katup bervariasi, sesuai jenis dan pabrikannya tapi biasanya sekitar 0,04 – 0,07 mm.

Poros Kam bertmpu pada dua bearing untuk mengurangi gesekan. Kedua bearing dipres pada poros kam, demikian juga pemasangan cam sprocket.

2. Blok Silinder

     Fungsi blok silinder :
a. tempat bergeraknya piston
b. tempat pertukaran gas sisa pembakaran dan gas baru
c. tempat dudukan sirip-sirip pendingin (yang memakai pendingin udara) atau mantel air (yang memekai system pendinginan air).
d. Sebagai tempat lubang masuk, lubang transfer, dan lubang buang (pada mesin 2 tak)

Komponen-komponen di dalam blok silinder
1) Piston dan kelengkapannya

Piston bergerak bolak balik di dalam silinder. Dalam gerakannya itu piston berfungsi untuk :

Ø Mengkompresi gas

Ø Menerima tenaga hasil pembakaran dan meneruskannya ke poros engkol

Ø Membuka dan menutup lubang masuk, lubang transfer, dan libang buang (pada mesin 2 tak).

Ring Piston
Selain berfungsi sebagai perapat kompresi, piston juga berfungsi untuk menghantar panas piston ke silinder.
Pada motor du langkah (2 tak) memiliki 2 ring piston, yaitu : ring kompresi I dan ring kompresi II. Sedangkan motor empat langkah (4 tak) memiliki 3 (tiga) ring piston yaitu ring kompresi I, ring kompresi II dan ring oli.

Pada tepi bagian atas ring pertama dan kedua dibuat miring (inner cut). Fungsinya adalah untuk menekan ring ke dinding silinder ketika terjadi tekanan dari ruang bakar.

Ring oli terdiri dari 3 (tiga) komponen penyusun yaitu dua side rail dan satu spacer.

2) Batang Piston (Connecting Rod)

Batang piston (connecting rod berfungsi menghubungkan piston dengan poros engkol, sehingga gerak bolak-balik piston dapat diubah menjadi gerak putar oleh poros engkol.

Bagian ujung atas batang piston disebut small end dan bagian ujung bwahnya disebut big-end. Pada motor dua langkah bagian small end dan bagian big end diberi bantalan rol (roller bearing), sedangkan pada motor empat langkah hanya bagian big end- nya saja yang diberi roller bearing.

Bak Engkol (Crankcase)

Bak engkol berfungsi sebagai rumah bagi komponen-komponen, seperti poros engkol (crankshaft), transmisi, kopling, magnet alternator, pompa oli dan kelengkapan lainnya.

Bak engkol dapat dibelah menjadi dua bagian, setelah kopling, rotor, saringan oli, pompa oli, dan kelengkapan alternator dilepas terlebih dahulu.

Poros Engkol :
       Poros engkol berfungsi mengubah gerak bolak-balik piston menjadi gerak putar. Porros engkol dibedakan menjadi dua, yaitu :
Poros engkol tipe ini terdiri dari beberapa komponen lepasan yang dirakit. Biasanya tipe ini dipergunakan pada sepeda motor berkapasitas kecil dan bersilinder tunggal

Ø Tipe One Piece Forged

Poros engkol ini merupakan satu kesatuan komponen. Biasanya dipergunakan pada sepeda motor berkapasitas besar dan multi silinder.

E. PEMELIHARAAN ENGINE

Sepeda motor yang di pakai terus – menerus tanpa diberikan perawatan yang teratur, lambat laun akan mengalami kerusakan – kerusakan berat. Untuk memperbaikinya tentu akan memakan biaya yang sangat mahal dan mebuang banyak waktu bagi pemiliknya. Di samping itu, sepeda motor yang tidak terwat tidak dapat memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi pengendara. Semua pemilik sepeda motor pasti punya harapan yang sama bahwa kendaraannya itu ingin selalu berada dalam kondisi yang baik dan berumur panjang. Harapan itu dapat terwujud. Asalkan si pemilik mau menjatahkan sebagian kecil waktunya untuk merawat secara baik da benar terhadap kendaraan miliknya.
Pada bagian ini akan dibahas prosedur umum perwatan berkala dan penyetelan beberapa komponen penting sepeda motor.

Pelaksanaan Perawatan Berkala dan penyetelan.
Pemeriksaan aki meliputi tiga sasaran, yaitu ketinggian cairannya, berat jenis cairannya, dan keadaan terminal-terminalnya. Langkah-langkah servisnya adalah sebagai berikut :
lepaskan lebih dahulu kabel negative (-) aki, kemudian kabel positifnya.

Lepaskan aki dari rangka.
Periksa ketinggian permukaan cairan elektrolit. Pastikan ketinggiannya berada di antara garis lower dan upper. Bila berada di bawah garis lower, tambahkan air akisampai tepat mencapai gari upper.

Periksa berat jenis (BJ) cairan aki dengan menggunakan hydrometer.

Standar berat jenis : 1,26 pada suhu 20°C (tipe 6 volt)1,28 pada suhu 20°C (tipe 12 Volt)

Periksa terminal-terminal baterai, apakah ada karat atau kotoran. Bila ada, bersihkan dengan cara menyiram terminal-terminalnya dengan air panas.Setelah yakin kondisi aki dalam keadaan baik, pasang kembali aki pada rangka. Urutan pemasangannya kebalikan dari cara melepas.
Periksa dengan cermat apakah pipa ventilasi terpasang dengan baik dan tidak rusak.Bila elemen saringan udara tersumbat oleh debu, akan menghambat pemasukan udara yang mengakibatkan tenaga mesin berkurang dan bahan bakar boros. Periksa dan bersihkan saringan udara dengan cara sebagai berikut :

keluarkan saringan udara dari tempatnya, dengan terlebih dahulu membuka sekrup-sekrup penutupnya. Untuk jenis sepeda motor bebek diawali dengan membuka leg shield tengah, kiri dan kanan.

Pisahkan saringan dai pemegang elemen.

Sediakan cairan pencuci (minyak tanah) dalam satu wadah.

Celupkan elemen ke dalam cairan dan cuci sampai bersih.
   
      Peras elemen yang dicuci dengan cara menekan elemen dengan kedua telapak tangan. Jangan memelintir elemen yang dapat mengakibatkan robek.
Selanjutnya, celupkan elemen ke dalam oli (Oli SAE 30 atau SAE 20W/150), dan peras hingga hanya basah tipis dengan oli.
Pasang kembali saringan udara dengan urutan kebalikannya dari melepas.
Saringan udara yang dimaksud di atas adalah saringan udara tipe basah.

Untuk saringan udara tipe kering, pembersihan udara dilakukan dengan semprotan udara kompresor. Elemen tipe kering ini terbuat dari kertas penyaring, karena itu berhati-hatilah agar tidak kena oli atau air, sebab akan merubah bentuk atau menyumbat elemennya.

Kerenggangan katup (khusus mesin 4 tak)
          Kerenggangan katup (klep) yang berlebihan akan mengakibatkan katup bunyi. Sebaliknya, bila kerenggangannya kurang akan mengakibatkan katup rusak dan tenaga mesin jadi berkurang. Jadi, kerenggangan katup harus disetel sesuai dengan spesifikasi yang tercantum pada buku manual.
Kerenggangan katup harus diperiksa dan disetel pada : saat pemeriksaan berkala, saat memperbaiki mekanis katup, atau saat melepas camshaft untuk perbaikan.

Berikut ini adalah langkah-langkah pemeriksaan dan penyetelan kerenggangan katup:
1. Llepaskan tempat duduk, kemudian lepas pula tangki bensin
2.Cabut tutup kepala busi dan lepas busi.
3. Lepaskan tutup-tutup pemeriksaan katup.

1. pemeriksaan dan penyetelan kerenggangan katup dilaksanakan pada saat piston berada di TMA saat       langkah kompres
2. Pemeriksaan kerenggangan katup hanya dapat dilaksanakan pada saat mesin dingin

Lepas tutup pemeriksaan saat pengapian dan tutup cover generator.
Putar poros engkol dengan kunci shock untuk membawa piston pada posisi TMA saat langkah kompresi. Patokan pemutaran poros engkol adalah sampai tanda “T” di garis pada magnet lurus dengan tanda segitiga di cover magnet.Masukkan Thickness gauge (feeler) pada celahh antara ujung tangki dan sekrup penyetel pada rocker arm. Bila thicknes gauge dapat masuk celah dengan sedikit tahanan, berarti kerenggangan katup perlu disetel.

Penyetelan
1) longgarkan mur pengunci dan masukkan thicknes gauge pada celah dengan ketebalan sesuai spesifikasi
2) setel celah katup dengan memutar sekrup penyetel menggunakan alat-alat khusus (valve adjustle Wrench)
3) setelah selesai penyetelan, kencangkan kembali mur pengunci. Hati-hati pada waktu mengencangkan mur pengunci, sekrup penyetel jangan ikut berputar, sebab akan merubah kembali hasil penyetelan.

Baut-baut pipa knalpot
      Baut-baut knalpot dan mur-mur saluran pembuangan dapat menjadi longgar dalam waktu tertentu, karena terus-menerus menerima getaran mesin dan kejutan-kejutan selama perjalanan. Oleh karena itu, baut dan mur tersebut harus dikencangkan secara periodic (setiap 4000 km).

- Mur saluran pembuangan : 11 Nm (1,1 kgm)
- Baut Knalpot : 26 Nm (2,6 kgm)

Mur kepala silinder
      Sama halnya dengan mur atau baut saluran pembuangan, mur-mur kepala silinder pun dapat mengalami kelonggaran akibat getaran dan kejutan. Mur-mur kepala silinder yang tidak kencang dapat mengakibatkan kebocoran kompresi sehingga tenaga mesin dapat menurun. Oleh karana itu kencangkanlah mur-mur ini secara periodic (setiap 3000 km) dengan cara sebagai berikut :

Kepala Silinder dan Silinder (Khusus Mesin 2 tak)
      Endapan karbon dalam ruang bakar dan kepala silinder juga permukaan atas piston dapa meningkatkan perbandingan kompresi dan dapat menimbulkan pengapian terlalu dini atau panas yang berlebihan. Di bagian lain, karbon yang mengendap pada saluran pembuangan dari silinder akan menghalangi keluarnya arus gas sehingga tenaga mesin berkurang. Oleh karena itu bagian-bagian ini perlu dibersihkan secara berkala (setiap 5000 km).

BUSI :
     Busi yang digunakan pada waktu lama, pada elektroda dan sekitarnya akan terjadi endapan arang. Di samping itu, sedikit demi sedikit elektrodanya bisa aus terbakar. Endapan arang pada bagian kepala busi dan terjadi renggangnya elektroda busi karena aus, dapat mengganggu terjadinya percikan api, sehingga mengakibatkan gannguan pembakaran. Mesin menjadi susah dihidupkan dan berkurang tenaganya. Sebab itulah perlunya dilakukan perawatan secara berkala pada busi ( (periksa setiap 3000 km dang ganti setiap 6000 km).
bila diketahui kepala busi kotor dengan endapan arang, bersihkan dengan menggunakan sangat halu. Berhati-hatilah jangan sampai merusak isolatornya. Bila isolator berminyak, bersihkan dengan kain lap yang telah dicelupkan ke dalam bensin.setelah disetel dan dibersihkan, periksa kondisi percikan bunga api busi dengan cara menempelkan massa busi ke bodi motor atau ke blok silinder sambil menendang kick starter. Bila bunga api kecil (tidak normal), gantilah busi dengan yang baru.

Catatan:

Waktu mengganti busi, periksa ukuran ulir dan panjangnya. Bila busi terlalu pendek, akan mudah menimbulkan endapan arang pada dinding ulir di lubang busi, dan dapat mengakibatkan mesin rusak, waktu memasang busi pada kepala silinder, pasang dan putarlah dahulu dengan tangan, kemudian kencangkan dengan kunci busi.

Penggantian Oli Mesin (Khusus Mesin 4 Tak)
     Setelah pemakaian cukup lama, kualitas oli akan menurun dan akan mempercepat keausan pada permukaan-permukaan yang bergesekan atau saling berhubungan. Karena itu gantilah oli mesin secara berkala (setiap pemakaian 2000 km), dengan cara sebagai berikut :

- hidupka mesin untuk memanaskan oli. Hal ini akan membantu untuk memudahkan pengeluaran oli dari dalam bak mesin. Kemudian matikan lagi mesin.

- Buka penutup lubang pengisian oli. Buka baut pembuangan dan siapkan wadah penamppung oli. Biarkan seluruh oli keluar sampai bersih.

- Pasang dan kencangkan baut pembuangan oli
- Masukkan oli berkualitas baik
    Hidupkan mesin beberapa menit pada putaran langsam (stasioner). Kemudian matikan mesin dan tunggu kira-kira satu menit.Periksa ketinggian oli dengan stick pengukur. Ketinggian oli harus berada diantara garis “L” (Low) dan “F” (Full) pada stick.

Saluran (selang) bensin
    Perikasa selang bensin secara berkala (setiap 3000 km), apakah ada kerusakan atau kebocoran. Ganti selang besi setiap 4 tahun.

Membersihkan Karburator
1. kosongkan bensin karburator dengan mengendorkan sekrup pembuang
2. lepaskan tutup atas karburator, selang-selang dan saluran penghubung.
3. Lepaskan karburator dengan jalan melepas baut pemasangan karburator.
4. Bersihkan bagian luar pelampung karburator dengan bensin atau pistol udara
5. Keluarkan pelampung, katup pelampung dengancara menarik pena lengan pelampung.
6. Keluarkan jet udara dan jet bensin, kemudian bersihkan semua saluran jet dan bagian yang dilepas dengan pistol udara.
7. Periksa packing-packing kalau ada yang cacat harus diganti.
8. Rakit kembali bagian-bagian karburator dengan cara kebalikan dari cara pemelepasnya.
9. Pasang karburator/ saluran penghubung dan selang-selang

Isi tangki bensin kemudian putar keran bensin ke posisi ON.

Periksa kebocoran pada saluran bahan bakar dan karburator

Setel sekrup udara dan sekrup penyetel gas.

Pemeriksaan Tekanan Kompresi

Kompresi di dalam silinder dinyatakan baik, dapat ditunjukan dengan kondisi bagian silinder. Keputusan untuk membongkar silinder, lakukan terlebih dahulu dengan melakukan test kompesi. Perawatan berkala sebaiknya dilaksanakan di bengkel dealer termasuk pemeriksaan kompresi untuk setiap servis.

Berikut adalah salah satu contoh spesifikasi tekanan kompresi (dari pabrikan Suzuki)

bebek (Shogun SDH 110CD)
Rendahnya tekanan kompresi bisa diakibatkan oleh:
- Ring piston macet
- Dudukan valve rusak
- Gasket silinder head rusak

Cara test Kompresi:
- buka busi
- pasang kompresi gauge beserta adaptornya di lubang busi
- tekan tombol starter beberapa saat. Lihatlah kompresi yang paling tinggi pada silinder tersebut.

Catatan :
- Sebelum melaksanakan test kompresi mesin, pastikan baut dan mur kepala silinder sudah dikencangkan dan setelan katup sesuaii ukuran standar.
- Panaskan mesin sebelum melakukan test
- Pastikan kondisi baterai terisi penuh saat dipergunakan

Jadwal Perawatan Berkala

       Jadwal perawatan berkala yang di kemukan di sini hanya bersifat sarana saja, untuk pemilikan sepeda motor yang sama sekali tidak memiliki buku pedoman perwatan ( service manual ). Meski demikian , sara ini berdasarkan pada referensi dari berbagai buku manual sepeda motor yang diperlukan dengan anggapan – anggapan logis rekan rekan mekanik yang menangani khusus sepda motor. Rentang jarak tempuh atau jarak operasi yang di susun dalam jadwal ini di pilih yang paling pendek, dengan maksud untuk keamana. Artinya mungkin saja rentang jarak operasi yang sebenarnya ( menurut manual ) lebih panjang. Perlu juga dipahami bahwa jadwal perawatan berkala yang diuraikan berikut ini berdasarkan kondisi umum, artinya sepeda motor dioperasikan pada keadaan biasa. Pada kondisi jalan berdebu dan pemakaian. Disarankan rentang operasinya diperlukan sampai 50 persen.

MENGETAHUI SEKERING


KEGIATAN BELAJAR 1


Perbaikan Sistem penerangan


A. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN
           Diberikan lembaran informasi ini dan bahan sumber, pada akhir kegiatan belajar siswa dapat :

1. Memeriksa baterai

2. Memeriksa sekering

3. Memeriksa soket-soket

4. Memeriksa kabel-kabel

5. Memeriksa lampu-lampu

6. Perbaikan / penggantian komponen kelistrikan rusak

7. Memeriksa lilitan/spul penerangan


B. MATERI PEMBELAJARAN (TEORI)

1. MEMERIKSA BATERAI

Hidrometer Berfungsi untuk melakukan pengukuran berat jenis battery
Cara Penggunaan :
1. Membuka tutup pengisian air battery
2. Masukkan ujung pengisap alat ke dalam battery
3. Tekan dan lepaskan balon pengisap air battery pada alat , sehingga air battery naik ke dalam wadah alat       ukur
4. Membaca hasil pengukuran berat jenis (Bj) air battery

2. MEMERIKSA SEKERING
Sekering adalah konduktor logam khusus yang dirancang untuk meleleh ketika arus listrik dalam sirkuit melebihi angka aman. Hal ini berguna untuk melindungi komponen dan kerusakan serius dan mengurangi kemungkinan kebakaran, satu atau beberapa sekering dapat digunakan dalam tiap rangkaian atau sirkuit listrik. Tipe atau jenis sekering ditentukan oleh keistimewaan konstruksinya.
TIpe-tipe sekering secara umum, antara lain sebagai berikut :

1. Kaca : Konduktor sekering dibungkus dengan pipa kaca kecil, mempunyai dua tutup logam yang ditekan dalam pipa penghubung pada konduktor.
2. Keramik : Tutup akhir dan konduktor sekering dibuat dalam satu bagian, dasar yang terbungkus keramik dimasukkan antara tutup akhir untuk menahan koñduktor.

Kotak Sekering
        Kotak sekering menyimpan sekering tunggal untuk sirkuit dan sistem kelistrikan kendaraan bermotor. Salah satu ujung dan semua sekering dihubungkan pada baterai oleh kabel berdiameter besar dan kabel sekering. Ujung yang lain tiap sekering dihubungkan pada masing-masing rangkaiannya.


Ciri-ciri kotak Sekring ini adalah sebagai berikut.

1. Plastik tebal atau kotak bakelit sebagai dasar/basis:

2. Sebagai penyangga tempat sekering.

3. Menjadikan kotak sekering menjadi tertempel pada bodi logam tanpa terjadi hubungan pendek.

4. Plastik tipis atau cover (tutup) bakelit melindungi sekering dan kerusakan fisik.

5. Pemegang sekering logam ada dua untuk tiap sekering, yang satu menghubungkan ke dashboard dan yang lain ke terminal, sebagai basis tempat kotak sekering.

6. Dashboard/busbar atau papan panel, strip timah dihubungkan pada salah satu ujung sekering, kemungkinan dihubungkan pada baterai atau sakiar penyalaan, memungkinkan digunakan dua atau tiga buah.

7. Terminal, satu atau dalam beberapa rangka untuk tiap sekering, keduanya bertipe tombol tekan ON, atau jenis sekering yang diputar.

 MEMASANG SEKRING
          Hal yang harus diperhatikan di dalam pemasangan pengaman sistem kelistrikan adalah penggunaan ampere sekring harus lebih kecil atau sama dengan sumber arus (aki). Adapun tahapan pemasangan sistem pengaman secara umum adalah :

1. Ambil sekring yang telah dipastikan kondisinya dalam keadaan baik

2. Tempatkan sekring pada kotak atau dudukan sekring

3. Setelah sekring berada pada dudukannya, sambungkan kabel pada ujung-ujung dudukan sekring

4. Periksa dan kencangkan baut atau klep penjepit kabelnya.

 PEMERIKSAAN SEKRING
         Sekring sebagai pengaman dalam kelistrikan sepeda motor harus benar-benar dipastikan dalam kondisi sempurna. Hal ini untuk menunjang keamanan dan keselamatan komponen kelistrikan serta pengguna sepeda motor. Pemeriksaan sekring ini ada dua yaitu :

1. Pemeriksaan Visual, yang dilakukan dengan melihat langsung pada bagian konduktor atau kawat lebur di dalam sekring, apakah putus atau ada cacat. Bila putus atau ada cacat maka sekring tidak layak untuk digunakan.

2. Pemeriksaan dengan menggunakan Ohm meter.Cara ini dilakukan dengan menghubungkan sekring dengan Ohm meter, apabila jarum bergerak maka kondisi sekring sudah dapat digunakan.

 ANALISA KERUSAKAN SEKRING
         Hal yang umumnya terjadi pada sekring adalah seringnya sekring putus. Bila bagian dan kabel yang isolasinya terbuka mengenai chassis, suatu hubungan pendek terjadi bila “switch” dinyalakan. Hal ini mengakibatkan arus naik dengan tiba-tiba, sehingga membuat sekering putus. Janganlah pernah memakai kawat sebagai pengganti sekering. Kawat tersebut dapat mengalirkan arus yang besar, sehingga membakar kabel-kabel dan dapat menyebabkan kebakaran. Dianjurkan agar senantiasa membawa bersama sekering tambahan.
         Bila sekering (fuse) terasa panas, sekering tersebut mungkin mempunyai kontak yang buruk dengan pemegangnya. Periksalah apakah kontaknya longgar dan bila perlu kencangkanlah. Adalah suatu praktek yang baik untuk menggosok ujung-ujung metalik dan sekering dan terminal-terminal pemegang sebelum memasang sekering.

Kemungkinan sebab-sebab dan kerusakan
1) “Switch” yang rusak.

2) Sistim aliran listrik (wiring) mempunyai hubungan pendek (shorted).

Diagnosa kerusakan 

(1) Sekering putus segera setelah switch dinyalakan.
          Switch tersebut mungkin rusak atau aliran listrik mempunyai hubungan pendek. Lepaskanlah kabel masuk dan “switch” dan periksalah kontinuitas “switch” dengan memakai tester tangan. Bila ada kontinuitas, terminal-terminal di dalam “switch box” mungkin rusak atau kabel aliran putus.

(2) Sekering putus bila sepeda motor “bounce” ke atas.
           Mungkin, beberapa bagian dan kabel-kabel terluka dan menempel pada chasis Periksalah kabel kabel yang kemungkinan besar bergetar atau mempunyai kontak dengan chassis, dan bila ada bagian dan isolasinya putus, lindungilah dengan tape vinyl atau tape isolasi lainnya. Periksalah juga konektor-konektor yang longgar dan bila perlu kencangkanlah. Akhirnya, pastikanlah bahwa konektor tidak memperlihatkan tanda akan lepas segera.

(3) Sekering putus segera setelah rem dipakai.
           Kabila sepeda motor bergetar, sehingga menyebabkan hubungan pendek. Perbel aliran dan “switch” lampu rem ke lampu remnya dianggap mempunyai hubungan pendek. Tentukan tempat hubungan pendek tersebut dan lindungilah daerah yang tanpa isolasi dengan tape vinyl atau tape isolasi lainnya.

(4) Bila lampu utama (headlight) diubah arahnya, sekering putus. Lepaskanlah kabel masuk “dimmer switch”, dan periksalah kontinuitas dan switch

3. MEMERIKSA SOKET-SOKET
          Komponen penghubung bisa dikategorikan menjadi tiga model, yaitu :

1. junction block dan relay block,
Junction block (J/B) adalah suatu kotak (block) dengan connector yang dikelompokkan bersama-sama untuk sirkuit kelistrikan. Pada umumnya terdiri dari bus bars dalam bentuk cetakan papan sirkuit (PCB) dengan sekring, relay, circuit breaker, dan alat lain yang terpasang di dalamnya. Sedangkan relay block sama dengan junction block, tetapi tidak memiliki bus bars.

2. Connector,
Komponen connector digunakan untuk menghubungkan kelistrikan antara dua jaringan kabel dengan jaringan kabel ke komponen. Connector diklasifikasikan dalam connector "jantan" dan "betina", karena bentuk terminalnya berbeda. Semua connector memiliki bentuk yang umumnya berujung terbuka dengan pengunci di bagian atas.
3. Dan baut massa.
Baut massa atau ground bolt adalah baut khusus untuk menjamin arus massa tetap mengalir dari jaringan kabel dan komponen listrik lainnya. Permukaan baut massa ditandai dengan crom hijau dan hitam.
Dalam pemeriksaan Semua soket/ sambungan diperiksa dengan benar dan teliti

4. MEMERIKSA KABEL-KABEL
          Jaringan kabel (wiring harness) adalah sekelompok kabel-kabel atau kawat yang masing-masing terisolasi.
Fungsi dari jaringan kabel ini adalah untuk menghubungkan dan melindungi komponen-komponen sirkuit. Semuanya disatukan dalam satu unit untuk mempermudah hubungan antara komponen kelistrikan kendaraan. Jaringan kabel terdiri kawat dan kabel, komponen penghubung, dan komponen yang melindungi sirkuit.
Ada tiga macam kawat dan kabel yang digunakan pada kendaraan, yaitu: 

1. kawat tegangan rendah,

2. kawat tegangan tinggi,

3. dan kabel-kabel yang diisolasi. Sebagian besar kawat dan kabel yang terdapat dalam kendaraan adalah bertegangan rendah (low voltage wire).

Jaringan kabel dibagi dalam beberapa bagian, untuk lebih memudahkan dalam pemasangan dan perawatan pada kendaraan. Bagian jaringan kabel dihubungkan ke salah satu bagian oleh komponen penghubung, sehingga komponen listrik dan elektronik sepeda motor dapat berfungsi.

1. Memperbaharui Terminal Kabel Baterai
          Untuk pemasangan terminal baru pada kabel baterai, langkahnya sebagai berikut:

a. Potonglah terminal yang lama dan bagian yang rusak dan kabel.

b. Ketika kabel dalam kondisi yang baik, bukalah terminal dengan menggunakan nyala api brander las asitelin dengan panas sedang.

c. Kupas karet pelapis dan inti dan pasanglah dengan jarak kedalaman yang sama dan terminal ditambah 10 mm.

d. Kutub terminal baterai, nyalakan oksi asetelin, pegang kawat solder pada bagian atas dan inti kabel ke dalam selubung terminal dan solder pada bagian sampingnya.

e. Jauhkan nyala api dan peganglah kabel hingga terpasang, biarkan terminal menjadi dingin oleh udara sekitar selama mungkin atau dibalut dengan kain yang telah dibasahi.

f. Dinginkan terminal dan kabel dengan dipegangi di bawah aliran air dingin yang mengalir.

g. Bersihkan terminal dan kabel dengan kain yang bersih.

h. Tutuplah sambungan dan selubung dengan beberapa lapis isolasi.

2. Memperbaharui Kabel Tegangan Rendah pada Terminal
              Untuk penggantian kabel tegangan rendah pada terminal, langkah langkah yang harus diikuti adalah sebagai berikut :

a. Potonglah sedikit mungkin dan bagian kabel yang rusak

b. Lepaskan isolasi dan bagian tengah sejauh dua kali dan diameter kabel, pengisolasian dapat dilakukan dengan menggunakan alat sebagai berikut: pisau, tang pemotong yang bisa diatur dan klem penjpeit

c. Periksalah inti kawat setelah dilakukan pengisolasian : inti kawat haruslah bersih, inti kawat tidak boleh mengalami kerusakan yang disebabkan oleh pengisolasian, ketika inti kawat mengalami kerusakan, potonglah ujungnya tepat dibawah daerah yang rusak dan lakukan pengisolasian ulang

d. Pasanglah tali pada inti kawat dengan menggunakan klem penjepit

e. Gunakan salah satu dan dua metode, sambungkan terminal dengan inti kabel


Melakukan penyolderan Inti kabel terminal, langkahnya sebagai berikut :
a. Dengan melapisi anti karat pada daerah sekeliling dan terminal.

b. Lapisi anti karat pada bagian tengah.

c. Panaskan inti kabel dengan memegang ujung besi penyolder pada bagian bawah ujung.

d. Tempelkan ujung dan kawat solder pada bagian atas sejauh separuh dan jarak- ujungnya dan isolasi.

e. Ketika solder sudah panas, pindahkan penyolder.

f. Letakkan kabel di antara sayap sehingga isolasi sejajar dengan posisi bagian luar sayap.

g. Potonglah ujung inti kawat jika lebih panjang dan bagian sayap.

h. Gunakan sepasang kiem penjepit, tekuklah sayap di sekitar isolasi dan Inti kawat.

i. Solderlah sambungan antara terminal dan inti kawat.

j. Tempatkan solder di bawah terminal dekat ujung Inti kawat

k. Letakkan kawat solder pada ujung bagian tengah.

l. Lepaskan penyolder ketika solder mengeluarkan asap.

m. Aturlah solder sebelum menggerakkan ujung penyolder atau terminal.

n. Perbaikilah isolasi jika perlu.
ADA INTI SE

Cara penjepitan terminal  pada Inti sebagai berikut :

a. Masukkan inti ke dalam ujung selubung terminal.

b. Potonglah ujung dan inti jika terdapat kelebihan.

c. Gunakan alat penekan, tekan dan goyangkan selubung terminal terhadap inti.

d. Jangan gunakan penjepit yang mempuyai sisi potong, karena akan merusak terminal.

e. Pengujian pada hasil penekanan.

f. Tahan dan tekan pada bagian terminal, terminal tidak boleh bergerak.

g. Tekanlah kembali jika terminal bergerak terhadap intinya.

3. Memperbaiki Kabel Tegangan Rendah yang Rusak


Rangkaian kabel tegangan rendah akan mengalami kerusakan, jika:

a. Terletak pada bagian luar dan sebuah jaringan.

b. Sebelum rangkaian kabel masuk atau sesudah berada di luar rangkaian.

c. Terdapat pada bagian dalam dan sebuah rangkaian.

d. Terletak di antara titik masuk dan keluar dan sebuah rangkaian kabel.

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk memperbaiki rangkalan kabel tegangan rendah yang rusak:

a. Perhatikan bahwa kabel masih cukup panjang setelah dilakukan perbaikan.

b. Pastikan bahwa terminal sudah aman dan komponen.

c. Berilah selisih panjang kabel sedikitnya sebesar 5 kali dan diameter bagian luarnya.

d. Bagian ujung harus dapat menutupi tanpa melakukan penekanan pada kabel.

e. Ketika kabel ditekan maka perbaikilah bagian yang rusak.

f. Potonglah beberapa bagian yang rusak dan kabel untuk mengupas Inti kawat.

g. Bukalah isolasi dan ujung kabel sejauh sekitar 5 kali dan diameter kabel, membuka isolasi dapat dilakukan dengan alat sebagai benikut: pisau, alat pemotong kabel yang dapat diatur dan tang.

h. Periksalah Inti kawat setelah membuka isolasi, kondisi harus bersib dan tidak boleh terjadi kerusakan yang disebabkan dan alat pemotong kabel.

i. Inti di pilin secara bersamaan untuk menghasilkan sambungan yang balk.

j. Silangkan bagian tengahnya pada titik pusatnya.

k. Peganglah dua Inti kawat pada satu sisinya dengan menggunakan tang.

l. Putarlah ujungnya mengelilingi Inti kawat lainnya.

m. Pastikan bahwa semua hasil pilihan sudah aman.

n. Sambunglah atau solder pada bagian sambungannya.

o. Solder pada bagian bawah dan ujung sambungan yang terbuka.

p. Peganglah kawat solder di bagian atas dan sambungan yang terbuka.

q. Ketika solder mulal panas pindahkan penyolder.

r. Gunakan kikir kecil atau tang, buanglah sisa yang tajam dan sambungan tersebut.

s. Berilah isolasi pada daerah sambungan tersebut.

t. Mulailah pemberian Isolasi dan salah satu sisi dan sambungan hlngga ke sisi lainnya.

Memperbaiki rangkaian kabel tegangan rendah yang terletak pada bagian dalam, sebagai berikut:

a. Carilah bagian sambungannya, hal ini akan melepas beberapa komponen atau melepas pada sebgaian jaringan.

b. Bukalah isolasi sambungan dan jaringan, buka isolasi dengan jarak sedikitnya 40 mm dan tiap sisi sambungan.

c. Potonglah bagian ujung untuk menghilangkan bagian tengah yang rusak.

d. Lepaskan isolasi pada ujung untuk menghilangkan bagian tengah yang rusak.

e. Lepaskan isolasi pada ujung inti kawat dengan jarak sedikitnya 5 kali dan diameter kabel, pembukaan isolasi Inti dapat dilakukan dengan alat sebagal beirkut pisau, alat pembuka isoasi yang dapat diatur dan tang. Periksalah bagian tengahnya setelah dilakukan pembukaan isolasi: kondisi harus bersih, tidak boleh terjadi kerusakan yang disebabkan oleh alat pembuka isolasi. Gantilah kabel sepanjang 100 mm dengan isolasi kabel yang sama dengan kabel tegangan rendah yang rusak sebelumnya.

f. Bukalah isolasi pada ujung kabel yang baru. Putarlah salah satu ujung dan inti kawat kabel terhadap salah satu ujung kabel baru.

g. Solder pada bagian sambungan.

h. Gunakan kikir kecil atau tang, buanglah sisi tajam pada sambungan tersebut.

i. Berilah isolasi pada sambungannya, gunakan metodu “overlapping” atau pembungkusan yang dimulal dengan pengisolasian pada salah satu sisi sambungan dan ke sisi lainnya.

j. Ulangilah prosedur di atas terhadap bagian tengah lainnya

k. Buatlah lubang dan kabel tersebut dan lakukan penekanan hingga sejajar dengan kabel lainnya.

l. lsolasi kembali jaringan gunakan metode pembungkusan benlapis dan isolasi yang ash, isolasi kembali pada semua janingan, gunakan metode pembungkusan berlapis dan memakal isolasi yang baru, pastikan bahwa lubang tersebut sudah diisolasi dan tidak menimbulkan bagian yang lebih atau menonjol dan jaringan tertsebut.

4. Menyambung Dua Buah Kabel

a. Ketika akan dilakukan penyambungan antara kabel yang baru dengan kabel yang lama, maka ikutilah petunjuk di bawah ml:

b. Canilah rangkaiannya dalam jaringan.

c. Periksalah kabel pada jaringan, lepaskan isolasi dan daerah jaringan, paling tidak berjarak 80 mm pada sekehiling titik sambungan.

d. Bentuklah mellngkar pada isolasi sehingga nantinya dapat digunakan kembali.

e. Identifikasi kabel dan warna dan pisahkan kabel satu dan yang lainnya

f. Lepaskan isolasi dan kabel, lakukanlah dan Inti kawat, potonglah kabel berjarak paling sedikit lima kali dan diameternya.

g. Potonglah kabel pada tiap ujungnya, berhati-hatilah untuk tidak memotong dengan melewati Inti kawat.

h. Lepaskan isolasi dan Inti kawat.

i. Sambunglah dan solder kabel yang baru ke inti kawat dengan menggunakan metode yang sudah dijelaskan sebelumnya.

j. Lilitlah kabel yang baru terhadap janingan.

k. lsolasilah pada bagian sambungan dengan menggunakan isolasi baru.

l. Isolasi kembali jaringan seperti yang sudah diterangkan

m. Gantilah rangkaian jaringan

Untuk melakukan proses pembuatan rangkaian kabel, ikutilah langkah-langkah sebagai berikut :

a. Pilihlah bermacam-macam gulungan kawat kabel yang baru.

b. Usahakan agar warna dapat disesuaikan dengan kabel yang terdapat pada jaringan.

c. Pastikan bahwa kabel yang baru mempunyai ampere yang sama.

d. Potongan pembalut atau isolasi sesual panjang yang diinginkan.

e. Ketika jaringan bekerja, gunakan hal ini untuk mengukur panjang dan kabel yang baru.

f. Kalau pada jaringan sudah terdapat kerusakan, lilitlah dengan menggunakan benang sepanjang jarak antara komponen dengan titik sambungan.

g. Dengan menggunakan tali, sambunglah kabel menjadi beberapa titik pada jaringan.

h. Periksalah posisi atau letak jaringan terhadap bodi.

i. Pastikan bahwa jaringan terletak pada posisi yang benar pada bodi atau klip.

j. Pastikan bahwa bagian mi bebas dan bagian yang tajam atau bagian yang bergerak.

k. lsolasilah rangkaian atau jaringan kabel.

l. Gunakan metode isolasi berlapis dengan isolasi yang baru, mulailah dengan ujung kabel yang kecil ke kabel yang ujung besar.

m. Berilah isolasi ganda pada bagian jaringan yang akan digunakan sebagai tempat bodi atau penjepit.

n. Pakailah grommet pada jaringan untuk penempatan yang benar.

o. Pasanglah terminal baru, soket dan plug.

ARTI WARNA KABEL KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR

Warna kabel tiap merek motor berbeda-beda. Pada dasarnya warna kabel itu hanya mewakili muatan positif(+) dan negatif (-). Berikut penjelasannya arti warna kabel kelistrikan sepeda motor :

1. HONDA
Hijau : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) aki
Hitam : (+) kunci kontak
Putih : (+) alternator pengisian
(+) lampu dekat
Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu
Biru : (+) lampu jauh
Abu-abu : (+) flasher
Biru Laut : (+) sein/reting kanan
Oranye : (+) sein/reting kiri
Coklat : (+) lampu kota
Hitam-Merah : (+) spul CDI
Hitam-Putih : (+) kunci kontsk
Hitam-Kuning: (+) koil
Biru-Kuning : (+) pulser CDI
Hijau-Kuning: (+) lampu rem

2. YAMAHA

Hitam : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Hijau : (+) arus beban penerangan
Merah : (+) arus positif dari aki
Kuning : (+) lampu jauh
Coklat : (+) sein/reting kiri
Hijau : (+) arus beban (penerangan, dll)
Putih-Merah : (+) pulser CDI
Hijau-Hitam : (+) rem

3. SUZUKI

Hitam-Putih : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet
Putih-Biru : (+) koil ke CDI
Putih-Hitam : (+) lampu rem
Kuning-Putih: (+) penerangan/lampu
Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI
Merah : (+) aki
Oranye : (+) kunci kontak
Abu-abu : (+) lampu belakang
Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan
Hitam : (+) sein/reting kiri

4. KAWASAKI


Hitam-Kuning: (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) aki
Merah-Hitam : (+) lampu jauh
Merah-Kuning: (+) lampu dekat
Abu-abu : (+) Sein/reting kanan
Hijau : (+) sein/reting kiri
Biru : (+) lampu rem
Merah : (+) lampu belakang
Coklat : (+) klakson

5. MEMERIKSA LAMPU-LAMPU
            Lampu- lampu merupakan kelengkapan kendaran yang bersangkutan sesuai dengan peraturan lalu lintas yang telah ditetapkan, dengan tujuan untuk keselamatan pengendara ataupun orang lain.

Kelengkapan-kelengkapan pada instalasi penerangan termasuk: 

Ø Lampu besar/lampu kepala/lampu duplo/Head Lamp. Mempunvai penyinaran jarak jauh dan dekat yang diatur melalui saklar dan berfungsi untuk memberi penerangan jalan bagian depan pada saat malam hari. Pemakaian arusnya ada yang mempergunakan arus DC dari battery dan ada yang memepergunakan arus AC dari spoel. Penyinaran jarak jauh lampu besar diberi tanda dengan lampu kontrol/lampu indicator yang terletak pada sepeda motor dengan warna lampunya biru yang berfungsi sebagai pengontrol tanda-tanda bahwa lampu besar dalam keadaan menyala. Penyinaran lampu indicator arus DC dari battery.

Ø Lampu Pilot/Lampu Senja. Biasanya terdapat pada sepeda motor jenis bebek dan digunakan pada siang hari, pengambilan arusnya biasanya dari battery.

Ø Lampu Ekor/Belakang/Tail Lamp. Berguna untuk menerangi bagian belakang atau motor plat kendaraan, sehingga kendaraan lain yang berada di belakangnya dapat melihat dengan jelas. Penggunaan arusnya ada yang menggunakan arus DC dari battery dan ada yang menggunakan arus AC dari dinamo.

Ø Lampu Sein. Digunakan untuk memberikan petunjuk mengenai arah pada waktu akan berbelok

Periksa kerja lampu-lampu 
     Jika diperlukan lakukan penyetelan :

a. Arah penyinaran lampu Kepala

b. Lampu Sain

c. Lampu Rem

6. PERBAIKAN / PENGGANTIAN KOMPONEN KELISTRIKAN RUSAK           Melepas dan Memasang Bola Lampu Depan

a. Buka tutup kaca bagian depan.

b. Buka tutup debu.

c. Periksa dudukan lampu (socket lampu).

d. Bola lampu halogen sangat panas saat dipakai, dinginkan dulu bola lampunya sebelum dilepas.

e. Lepas bola lampu dari kedudukannya.

f. Bola lampu jenis halogen tidak boleh tersentuh oleh tangan jari tetapi harus dipegang pada socketnya.

g. Periksa kondisi bola lampu.

h. Pasang kembali bola lampu pada dudukannya.

i. Periksa sambungan dudukan bola lampu, jika kurang 1 diperbaiki dahulu.

j. Coba kondisi lampu setelah terpasang dengan cara menghidup dan mematikan lampu.

k. Tutup kaca depan lampu kepala, kontrol dan pastikan bahwa dudukan lampu kaca dalam keadaan baik dan aman.

Adapun instrument/kelengkapan yang ada yaitu :

1. Unit lastrumen

2. Bolam lampu

3. Soket dan kabel

4. Baut

5. Ring

6. Ragian atas unit lampu kepala

7. Mur

8. Mur

9. Mur

10. Ring

11. Bout

12. Socket

13. Bola lampu kepala

14. Pegas

15. Lensa

16. Pegas

17. Baut

18. Bout

19. Sekering

20. Unit lampu kepala

21. Lensa

22. Ring lampu

23. Rumah lampu

24. Ring/cincin

25. Rumah Lampu

Melepas dan Memasang Bola Lampu Belakang

a. Lepaskan sekerup-sekerup pema sangan lensa lampu belakang.

b. Tekan bola lanipu ke dalarn dan putar dalarn tu berlawanan arah jarum jam üntuk melepaskannya.

c. Gantikan bola lampujika diperlukan.

d. Pasang dalam urutan terbalik dan pelepasan.

e. Tempatkan kembali paking karet dengan baik.


Adapun instrument/kelengkapan yang ada yaitu :

1. Baut pen gikat

2. Baut dan ring

3. Baut dan ring

4. Baut dan ring

5. Pengikatpelat nomer

6. L.andasan

7. Ring

8. Mur

9. Kabel

10. Dudukan

11. Paking

12. Lensa lampu belakang

13. Bautpengikat

14. Bolam lampu be! akang

15. Paking

16. Sekerup dan ring

17. Sekerup dan ring

18. Unit soket

19. Breketpelatnomer

20. Pelaipemegang unit lampu

21. Murdan ring

22. Mur dan ring

23. Bola lampu

24. Baurpengikat

25. Bautpengikat

Penggantian bola lampu sein

a. Lepaskan sekerup pemasangan lensa lampu sein

b. Tekan bola lampu ke dalam dan putar berlawanan arah jarum jam untuk melepaskannya.

c. Ganti bola lampu jika diperlukan.

d. Pasang dalam urutan terbalik dan pelepasan.

e. Tempatkan kembali paking karet dengan baik.

Penyetelan Saklar lampu rem

a. Periksa fungsi lampu rem saat handel atau pedal rem ditekan

b. Pastikan tidak ada gangguan pada cahayaan memancar

c. Reflektor lampu rem oleh kotoran maupun karatan pada reflektor

d. Lakukan penyetelan lampu rem pada saat pedal rem atau /handle rem mulai ditekan, lampu harus menyala.

e. Saklar lampu rem depan tidak dapat disetel jika fungsi saklar tidak bekerja, maka gantilah dengan yang baru.

f. Lakukan penyetelan saklar lampu rem belakang, setelah penyetelan gerak bebas (free play) pedal rem telah dikerjakan.

g. Lampu rem harus menyala ketika pedal rem ditekan 20mm dalam posisi posisi bebas.

h. Setel dengan memutar mur penyetel saklar lampu rem.

i. Jangan memutar badan saklar lampu rem.

7. MEMERIKSA LILITAN/SPUL PENERANGAN

ALTERNATOR
          Fungsi Alternator : Alat pembangkit arus listrik AC
Bekerja berdasarkan prinsip elektro magnetik.

Prinsip kerja :

§ Magnet yang melintasi kumparan, maka akan timbul garis gaya magnet di sekitar kumparan.

§ Saat magnet melintasi kumparan, maka garis gaya medan magnet di sekitar kumparan hilang.

§ Akibat berubah-ubahnya garis gaya medan magnet, maka akan dihasilkan tegangan induksi pada kumparan.

Besarnya induksi tergantung :

§ Kecepatan gerakan magnet

§ Besarnya medan magnet

§ Jumlah gulungan

GENERATOR PEMBANGKIT PULSA

Fungsi generator Menghasilkan tegangan pulsa untuk mengatur kerja SCR.

Konstruksi :

Generator Pulsa terdiri dari sebuah magnet permanen yang dililiti kumparan.

Cara Kerja :

§ Signal rotor mendekati atau meninggalkan generator pulsa, akan terjadi perubahan garis-garis gaya magnet.

§ Perubahan garis-garis gaya magnet akan menghasilkan tegangan pulsa.

§ Signal rotor mendekati kumparan à Tegangan pulsa positif

§ Signal rotor meninggalkan kumparan àTegangan pulsa negatif

PEMERIKSAAN KUMPARAN PEMBANGKIT ALTERNATOR

Ukur tahanan kumparan pembangkit alternator antara terminal Hitam/Merah dan Massa.

STANDAR: 100 - 400 Ω (NF100)
PEMERIKSAAN KUMPARAN PULSA PENGAPIAN

Ukur tahanan generator pulsa pengapian antara terminal Biru/Kuning dan Hijau.

STANDAR: 50 - 170 Ω (NF100)


PEMERIKSAAN TEGANGAN PUNCAK KUMPARAN PENGAPIAN

Ukur tegangan puncak dengan Voltmeter AC pada kabel Hitam/Merah dengan Hijau.

STANDAR: 100 V (NF100)

PEMERIKSAAN TEGANGAN PUNCAK KUMPARAN PEMBANGKIT

Ukur tegangan puncak dengan Voltmeter AC pada kabel Biru/Kuning dengan Hijau.

STANDAR: 0,7 V (NF100)



KEGIATAN BELAJAR 2



Pemeriksaan CDI dan Busi
A. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN
             Diberikan lembaran informasi ini dan bahan sumber, pada akhir kegiatan belajar siswa dapat :

1. Memeriksa CDI

2. Memeriksa BUSI

B. MATERI PEMBELAJARAN (TEORI)
1.  Memeriksa CDI

CDI = CAPASITIVE DISCHARGE IGNITION

Pengganti platina è Mengontrol arus listrik ke Ignition Coil

Keunggulan CDI >< Platina :

§ Tidak memerlukan penyetelan.

§ Menghasilkan tegangan listrik lebih besar dan stabil.

§ Saat pengapian lebih tepat, sesuai putaran mesin.

Berdasarkan sumber arus CDI :

§ CDI – AC : Astrea Series, GL Series, Tiger, NSR 150R

§ CDI – DC : GL Neotech, Karisma, Kirana, NSR 150RR, Sonic

2.  Memeriksa BUSI

Fungsi : Menghasilkan percikan bunga api listrik
Tingkat panas (Heating Range) = Kemampuan busi melepaskan panas
Busi Panas (Nomor Kecil)

Pelepasan panas lambat

Busi Dingin (Nomor Besar)

Pelepasan panas cepat, cocok untuk kecepatan tinggi.

Contoh :
BUSI NSR STD = W24 ES, Kecep Tinggi = W 27 ES
Pemakaian busi yang salah :

Busi tipe dingin è susah start, pembakaran tidak sempurna, timbul kerak

Busi tipe panas è Over heating, pre ignition, electrode meleleh.


LAKUKAN PEMERIKSAAN BUSI TERHADAP:
1. Kerusakan dan keretakan isolator busi.

2. Perapat/Ring Busi

3. Keausan Elektroda busi

4. Jarak kerenggangan elektroda

5. Kotoran/arang yang menempel pada busi

PEMERIKSAAN LONCATAN API BUSI
Pasang busi pada tutup busi
Putar kunci kontak pada posisi ”ON”
3.Putar Poros engkol menggunakan Kick Stater atau menggunakan motor stater,
Perhatikan letikan api yang keluar